Journal Visioner : Journal of Television http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner <p><strong>Jurnal Visioner</strong> diterbitkan sebagai media yang dapat mengkomunikasikan karya akademis baik dari para dosen ATVI maupun dari pihak luar yang mengulas masalah-masalah pendidikan penyiaran maupun kinerja dunia penyiaran (termasuk jurnalisme penyiaran) melalui ulasan yang didasarkan atas telaah akademis. Visioner menghadirkan berbagai tulisan antara lain aspek ekonomi industri televisi, gerakan literasi media melalui dongeng, pembahasan mengenai media sosial, demokrasi, etika, pengembangan plot, makna dan pesan pada film.</p> <p><img src="https://azwarmuin.files.wordpress.com/2021/02/cover.png" /></p> <p> </p> <p> </p> en-US Wed, 31 Jul 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Simbiosis TV free to air Dengan Situs Web Berbagi Video (Studi kasus TV Jakarta yang mengalihkan konten ke saluran YouTube) http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/10 <p>This study discusses television media policy as an old media that looks at new media trends, participates in the flow of trends by using new media as a means of disseminating the material owned, attracting viewers and reaping the benefits of new media. On the other hand, this television policy has a direct impact on the television broadcast regulator, the Indonesian Broadcasting Commission (KPI), which has no authority over content on the internet. The researcher took the main case to be analyzed, namely the Jakarta-based free to air television and the attitude of the Central KPI commissioner. The core theory determinism is the discovery or development of communication technology is a factor that changes human culture. The discovery or development of communication technology is what actually changes human culture. If Karl Marx assumed that history was determined by the power of production, then according to McLuhan human existence was determined by changes in modes of communication. Changes in modes of communication form a culture by going through several stages, namely, discoveries in communication technology lead to cultural change, changes in the types of communication shape human life and how the tools for communication affect our own lives. On the other hand, the transition of content from conventional television to the YouTube channel directly reduces the role of the KPI that shares public power in the supervision of broadcast content as a spirit of Reformation, with the transition of broadcast content to the YouTube channel precisely returning the role of supervision and enforcement to the Government through number law. 11 of 2008 concerning electronic information and transactions.</p> Algooth Putranto, Arsa Widitiarsa Utoyo Copyright (c) 2019 Algooth Putranto https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/10 Mon, 01 Jul 2019 00:00:00 +0000 Data-As-Labor: Pengelolaan Dan Pengendalian Atas Data-Perilaku-Pengguna-Internet http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/11 <p><em>Semakin aktif kita menggunakan layanan-layanan digital, semakin banyak data diri kita yang ditambang perusahaan yang mengoperasikan layanan digital itu. Oleh karena itu, layanan digital seperti surel, media sosial, mesin-pencari tidak pernah sepenuhnya gratis. Layanan gratis itu mesti ditukar dengan data-perilaku-pengguna-internet (internet-user-behavior-data) yang gratis pula. Dalam perjalanannya hal ini menciptakan penguasaan dan pengendalian atas data-pribadi semua pengguna internet oleh perusahaan platform digital global. Data-pribadi yang memiliki nilai ekonomi-politik yang besar sekali. Paper ini mempersoalkan monopoli data-perilaku-pengguna-internet itu, dengan menampilkan konsep data-perilaku-pengguna internet sebagai hak milik pengguna internet (data as labor).</em></p> Agus Sudibyo Copyright (c) 2019 Agus Sudibyo https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/11 Mon, 01 Jul 2019 00:00:00 +0000 Industri Media Televisi Di Tengah Era Digitalisasi Dan Konvergensi Media Baru http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/12 <p>Artikel ini hendak memaparkan tantangan yang dialami oleh industri media televisi khususnya menyikapi perkembangan teknologi televisi digital dan hadirnya era konvergensi media. Industri media saat ini tengah dihadapkan pada perubahan teknologi dan masuknya era konvergensi. Teknologi informasi dalam wujud media baru menggunakan internet di lain pihak terus bermunculan memberi alternatif informasi selain isi media yang ada di televisi. Hadirnya layanan seperti Youtube dan video streaming tidak bisa dipungkiri telah mengubah cara orang menonton, dan semua ini menjadi tantangan berat bagi industri pertelevisian karena media baru berpadu dengan peranti genggam secara fungsi bisa menggantikan peran televisi. Revolusi digital merupakan terjadinya konvergensi antara komputer, konten dan komunikasi. Proses integrasi antara industri penyedia konten (media), proses komputasi (teknologi informasi) dan komunikasi (jaringan telekomunikasi dan penyiaran) menjadi sebuah raksasa baru di bidang komunikasi dan media. Dalam melihat arah industri penyiaran ke depan, muncul polemik terkait perumusan konsep <em>single mux</em> atau <em>multi mux</em> dalam penataaan frekuensi televisi digital. Pada single mux, penggunaan frekuensi sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Sebaliknya pada multi mux, penggunaan berada oleh banyak pemegang lisensi, swasta hingga pemerintah.&nbsp; Televisi pun pada akhirnya tidak bisa lagi terbatas pada satu jenis teknologi dan satu jenis layanan melainkan menjadi televisi digital interaktif yang terdiri dari berbagai teknologi dan keragaman aplikasi, layanan, dan konten yang berbeda. Apakah konvergensi media menjadi ancaman atau menjadi solusi bagi industri televisi? Bagaimana kiat media massa untuk bertahan ditengah konvergensi dan hadirnya era media baru?</p> Erwin Mulyadi Copyright (c) 2019 Erwin Mulyadi https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/12 Mon, 01 Jul 2019 00:00:00 +0000 Menggugah Kreativitas Anak Melalui Pekan Ceria Kampung Dongeng Jakarta Raya http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/13 <p>Pekan Ceria yang dilakukan Kampung Dongeng Jakarta Raya dengan berbagai aktivitas yang mengedukatif dan menyenangkan. kegiatan ini dapat menggugah kreativitas anak karena kegiatan ini&nbsp; merangsang dari segi fisik maupun mentalnya. Dari segi fisiknya anak-anak diajak melakukan berbagai kegiatan yang bergerak seperi senam,. dan juga dari segi imajinasi atau mentalnya dari kegiatan mendongeng ,sulap serta prakarya atau biasanya dalam Pekan Ceria menggunakan istilah kreativitas. Melalui metode kualitatif yaitu wawancara dan observasi terhadap anak-anak dan orang tua yang terlibat dalam kegiatan Pekan Ceria. Semua anak mempunyai potensi untuk kreatif, walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Akibatnya, kreativitas seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang seperti melalui&nbsp; Pekan Ceria. . Kreativitas anak dapat muncul ketika bermain atau melalui kegiatan bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Waktu yang tersedia di dalam kehidupannya pada waktu itu hampir dihabiskan dengan kegiatan bermain.</p> Safrudiningsih Copyright (c) 2019 Safrudiningsih https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/13 Sun, 28 Feb 2021 00:00:00 +0000 Komunikasi visual sudut pandang posisi badan aktor dalam adegan dialog pada program drama televisi. http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/14 <p>Drama television program is one of most favourite digital media entertainment by Indonesian citizen, it was proven by so many titles of drama appeared at Indonesian local television everyday. Nevertheless, author assumed there was a mistake about visual communication nonverbal was made by actors especially on drama program, visual communication view point from actor's body in dialogue scene usually towards to audience, even communication it should be treated to other actors. In other to check this assume, author used quantitative method, there were 176 participants from students of visual communication in Jakarta tried to analyse 2 alternatives the position of view point from actor's body in dialogue scene. Every participant watched 2 simple videos that gave an example for dialogue scene of drama program, and all participants answered questionnaire about view point from actor's body in dialogue scene for 2, 3 and 4 people. A significantly result proved that the appropriate way to make a dialogue scene is total communication verbal and nonverbal towards to other actors especially in drama television program.</p> Andreas Kurniawan Copyright (c) 2019 Andreas Kurniawan https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/14 Sun, 28 Feb 2021 00:00:00 +0000 Menumbuhkan Budaya Menulis Mahasiswa dengan Sistem Manajemen Pengetahuan yang Bersumber pada Tugas Mahasiswa http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/15 <p><em>Pada tahun 2012 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan membuat sebuah kebijakan terkait kewajiban bagi mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 untuk mempublikasikan karya tulis ilmiahnya. Kebijakan tersebut dikeluarkan melalui surat edaran bernomor 152/E/T/2012 tanggal 27 Januari 2012. Jika melihat pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, Peruguruan Tinggi seharusnya menjadi tonggak dalam penelitian di masyarakat.Tapi saat ini publikasi karya ilmiah elektronik Indonesia masih rendah dibanding dengan Singapura, Malaysia, dan Thailand.Dalam situs Scientific Journal Rankings (SJR).Melihat fenomena tersebut budaya menulis menjadi perhatian khusus pada perguruan tinggi.Perguruan Tinggi harus memiliki inovasi dalam menumbuhkan budaya menulis.Perguruan Tinggi dapat membuat kebijakan dalam membuat karya tulis bagi mahasiswa dalam setiap mata kuliahnya.Karya tulis tersebut juga menjadi sebuah penilaian mahasiswa.Sehingga karya tulis yang baik dapat dimasukan kedalam Knowledge Management System (KMS).KMS tersebut dikelola oleh Perpustakaan sehingga pengetahuan yang ada dapat disimpan, diolah dan dipublikasikan pada perpustakaan digitalnya.Pencapaian yang diharapkan dengan mengelola tugas mahasiswa tersebut dapat membudayakan mahasiswa dalam membuat karya tulis, menumbuhkan kreativitas mahasiswa dalam menulis, dan mencegah plagiarisme</em></p> Luki Budiawan Copyright (c) 2019 Luki Budiawan https://statcounter.com/ http://journal.atvi.ac.id/index.php/jurnal_visioner/article/view/15 Mon, 01 Jul 2019 00:00:00 +0000